JIWA
YANG SEHAT
Jiwa
yang sehat adalah jiwa yang selalu peka dan respon terhadap masalah yang hadir dihadapannya,
idealnya dia juga bisa merasakan kesusahan/kesenangan yang ada di
persekitarannya.
Pada
tahun 2013 setelah lulus dari MAN saya
melanjutkan pendidikan Privat Computer selama satu tahun di PTT.Widya
Informatika Selatpanjang. Disana, saya memiliki suasana dan teman yang baru, namun dari banyak teman itu
saya mendapatkan seorang teman yang saya anggap layaknya saudara sendiri, dia selalu ada saat saya dalam keadaan susah
maupun senang, ikatan persahabatan kami semakin hari terus bersemi .
Waktu
demi waktu terus berajalan dan kami sangat menikmati kebersamaan itu. Namun
sungguh sangat disayang pada waktu
pertengahan jalan saya mendapatkan kabar yang tidak pernah saya bayangkan, dia ingin berhenti dari studinya . Saya coba menelfon tapi tidak
pernah diangkat, lalu saya kirim sms dan mengatakan kalau saya rindu dengan sosok
sahabat seperti dia dengan harapan agar dia mau ke sekolah lagi, namun saya
mendapatkan balasan yang tidak pernah saya bayangkan kalau dia ingin mengakhiri studinya dan ingin
menikah karena kondisinya sekarang berbadan dua, saya sedih sekali dan menangis
sejadi-jadinya ketika saya mendapat balasan sms darinya itu. Saya benar-benar
sedih harus kehilangan sahabat sepertinya dan saya kesal dengan diri saya
sendiri yang tidak bisa membawa dirinya bersama-sama menyelesaikan studi
itu.
JIWA
YANG TIDAK SEHAT
Ketika duduk di bangku SD saya selalu mendapat nilai
ujian yang sangat bagus dan peringkat kelas tertinggi itu adalah saya , namun
sangat berbeda waktu saya di bangku MTS, prestasi akademik saya jauh menurun,
hal itu lah yang membuat hati saya di gelabui firasat-firasat yang kotor, saya tidak bisa nerima kenyataan teman saya yang nilainya lebih bagus dari
saya, saya merasa iri dengannya, saya juga tidak puas terhadap penilaian guru,
saya berperasangka buruk dengan guru. Padahal tingkat kerajinan belajar saya di
bangku MTS memang menurun dan seharusnya saya bisa nerima hasil dari apa yang
telah saya perbuat namun oleh karena pada waktu itu jiwa saya tidak sehat
sehingga saya bisa berpikir seperti itu.
NORMAL
Saya
selalu menghargai diri dan hasrat saya sendiri sebagai seorang perempuan
muslimah, seperti halnya dalam berpakaian, saya selalu menggunakan jelbab saat saya
berpergian
ABNORMAL
Ini
adalah contoh dari jiwa yang tidak
normal, tika (bukan nama yang sebenarnya) adalah seorang remaja perempuan yang memiliki hasrat yang berbeda dengan
perempua-perempuan yang lainnya, dia tertarik dengan perempuan, style
pakaiannya juga jauh dari naluri seorang perempuan, dia menggunakan pakaian
laki-laki. Anehnya, kalau saya dekat dengannya saya merasa ada “sesuatu”,
mungkin secara tidak sadar saya sudah terkontaminasi dengan diri saya sendiri
menganggap dia seorang lelaki “sejati”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar